
Belakangan
ini kita telah mendengar bahwa kurikulum pendidikan di Indonesia yang sudah ada
sejak dulu akan diubah oleh pemerintah dalam waktu dekat. Hal ini membuat pro dan
kontra di tengah masyarakat. Ada masyarakat yang menolak perubahan kurikulum
ini mereka berpendapat bahwa kurikulum yang diubah akan membuat anak-anaknya
(siswa) akan lebih memberatkan anak. Ada juga masyarakat yang berpendapat bahwa
mereka setuju-setuju saja dengan perubahan yang akan dilakukan. Ada lagi yang
berpendapat bahwa mereka sangat menyetujui perubahan kurikulum ini dikarenakan
mereka menilai bahwa kurikulum yang baru ini akan membawa perubahan yang cukup
baik bagi pendidikan di Indonesia. Menurut Muhammad Nuh menteri pendidikan dan
kebudayaan Indonesia, kurikulum baru / kurikulum 2013 akan memiliki banyak
keunggulan. Keunggulan tersebut siswa akan belajar untuk menganalisa suatu
matapelajaran dengan lebih baik. Menurut beberapa ahli kurikulum baru ini akan
lebih membuat anak kreatif dan inovatif. Kurikulum yang baru ini juga dapat
merangsang kemampuan siswa semenjak dini. Dengan adanya kurikulum yang baru ini
kita juga bisa menghilangkan dinding perbedaan diantara kita. Contohnya selama
ini anak / siswa dari desa kurang bisa memaksimalkan potensi mereka karena
tidak terlalu diurus/ diperhatikan oleh pemerintah.
Kurikulum
baru ini juga terdapat beberapa kekurangan misalnya pada perancangan atau
pembuatan kurikulum baru ini para guru tidak diikut sertakan dalam
pembuatannya. Hanya beberapa guru saja yang ikut dalam pembahasan tersebut.
Kita juga dapat melihat pada kurikulum baru ini bahwa mata pelajaran Ilmu
Pengetahuan Alam (IPA) dan Ilmu pengetahuan sosial (IPS) akan digabungkan atau
diselipkan saja pada mata pelajaran lain seperti Bahasa Indonesia. Guru akan
merasa kesulitan dalam hal ini kenapa? Karena selama ini guru telah memiliki
trik dan caranya sendiri untuk mengajar siswa, setelah kurikulum nanti diubah
maka guru harus kembali belajar dan mencari cara yang efektif untuk
mengajarkannya, tentu ini akan memakan waktu yang lama. Karena hal itu
memerlukan waktu yang lama jadi kemungkinan besar kurikulum baru ini tidak akan
terlalu berhasil ditahun-tahun pertamannya. Peran guru pada kurikulum baru ini
sangat besar karena gurulah yang akan menjadi maestro dalam mengatur irama
kurikulum baru ini. Mengingat pentingnya guru, ada baiknya guru-guru diberikan
pengarahan dan diajarkan bagaimana cara yang paling baik agar siswa dan guru
bisa bekerja sama dalam kurikulum pendidikan yang baru ini.
LANJUT KLIK : Kurikulum Diubah? Part 2
0 komentar:
Post a Comment
REMEMBER!!!: Pengunjung yang baik selalu meninggalkan komentar :)